Paskibra Bontang Tak Punya Anggaran, BMI Galang Dana
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Bambang Cipto Mulyono.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, BONTANG- Komunitas warga yang
mengatasnamakan Benteng Muda Indonesia (BMI) berencana menggelar aksi
solidaritas (penggalangan dana) untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
(Paskibraka) Bontang, dengan turun ke jalan.
Ketua BMI Galib mengatakan, aksinya digelar untuk
menyinggung pemerintah yang dianggap tak peduli dengan Paskibraka.
Pun demikian,Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata
(Disporapar) luput mengalokasikan anggaran makan dan minum bagi Paskibraka
selama Pusdiklat.
"Yah ini bentuk aksi protes juga, kenapa anggaran
bagi mereka itu tidak ada," kata Galib.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan
Pariwisata (Disporapar), Bambang Cipto Mulyono mengatakan, alokasi anggaran
untuk belanja makan dan minum sudah terpenuhi. Pemerintah sudah punya solusi
mengatasi anggaran tersebut.
"Itu
masalah sudah ada solusinya, toh bisa saja diambilkan dari pos anggaran
lainnya, dan sudah biasa kok begini," ujar Bambang Kamis
(17/6/2021) malam.
Dia menjelaskan, sejatinya usulan anggaran untuk
kegiatan Paskibraka sudah dilakukan sejak 2020 lalu (penetapan APBD
2021).
Hanya saja, diperjalanan muncul kebijakan refocussing
anggaran. Walhasil, anggaran bagi Paskibraka minus akibat kebijakan itu. Pun
demikian, persoalan ini sudah tuntas.
Bambang menuturkan pemerintah punya banyak celah
anggaran untuk memenuhi kebutuhan itu. Satu diantaranya, bisa diambil dari pos
anggaran Sekretariat Daerah (Setda).
Bukan itu saja, solusi lainnya juga bisa menunggu
realisasi di APBD-Perubahan 2021 nanti. "Pusdiklat masih Juli nanti bukan
sekarang, jadi" imbuhnya.
Diakhir, dia mengapresiasi inisiatif warga yang bakal
menggelar aksi solidaritas. Katanya, kepedulian warga terhadap Paskibraka layak
dihargai.
"Bagus
saja, karena memang peringatan 17 Agustus itu bagian dari Nasionalisme
kita," ungkapnya.
Untuk informasi kebutuhan anggaran makan dan minum
untuk Paskibraka selama Pusdiklat sekitar Rp 200 juta.(wan)